Selasa, 03 Februari 2009

SENYUMAN

Pernahkah mendapat senyuman dari orang yang sangat anda harapkan senyumanya. Bertapa indah dan meyenangkan. Bayangkan, saat bersedih tiba-tiba hadir seseorang dengan senyuman yang tulus menghibur dengan kata-kata yang bijak, enak rasanya. Hati terasa sejuk, pikiran sangat menyenangkan, tidak bisa digambarkan kebahagiaan yang dirasakan.
Senyum itu gampang, tetapi senyuman yang tulus tidak segampang yang dibayangkan. Ketulusan bukan dari bibir, tetapi dari hati yang paling dalam. Dari hati yang penuh cinta kasih, dari hati yang ingin membahagiakan orang lain. Dari hati yang tidak ingin merendahkan orang lain, Dari hati yang ikhlas untuk menjalin silaturrahmi, tampa balasan.
Orang yang selalu tersenyum akan sering diingat, mudah untuk dikenang dan sulit untuk dilupakan. Coba saja kita tidak pernah tersenyum dalam beberapa hari, pasti tidak akan ada yang mau berteman.
Saat bercermin lihatlah wajah kita, apakah wajah yang menyenangkan atau wajah yang menyebalkan. Ketampanan dan kecantikan bukan jaminan kita enak dipandang. Kecerdasan dan kejeniusan bukan jaminan kita disukai orang lain. Tanpa senyuman semuanya terasa hambar. Senyum adalah penyedap yang maha dahsyat.
Manusia yang tidak pernah tersenyum selalu masuk dalam kategori kesombongan. Sekalipun tidak bermaksud sombong, kesan sombang akan muncul dalam benak siapapun yang melihatnya.
Tidak bisa tersenyum karena alasan karakter (sudah dari sananya), itu kekeliruan yang sangat besar. Karakter buruk bukan untuk dibiarkan. Rubah sekarang juga. Kalau bangga dengan karakter buruk, berarti tidak yang dengan konsep adanya perubahan menjadi lebih baik.
Kalau tidak merubah karakter diri menjadi lebih baik, bagaimana mungkin merubah karakter orang-orang disekeliling kita. Yakinlah Allah Maha Baik, Maha Merubah menjadi lebih baik bila kita mau.

Tidak ada komentar: