Selasa, 10 September 2013

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SD                                                                                                
Kelas/Semester        : IV/1
Tema/Sub Tema       : selalu berhemat energi / gaya dan gerak
Pertemuan Ke          : 3

A. Kompetensi Inti
KI 1
:
Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
KI 2
:
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
KI 3
:
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
KI 4
:
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

B. Kompetensi Dasar
IPA
Kompetensi Dasar:

1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan inkuiri ilmiah dan berdiskusi

2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan penelaahan fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok

3.3 Memahami hubungan antara gaya,  gerak, dan energi melalui pengamatan, serta mendeskripsikan penerapanya dalam kehidupan sehari-hari

4.3 Menyajikan laporan hasil percobaan gaya dan gerak menggunakan table dan  grafik

PJOK
Kompetensi Dasar:
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai

1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta

2.2 Menunjukkan perilaku santun kepada teman, guru dan lingkungan sekolah selama pembelajaran penjas

3.2 Memahami pengaruh aktivitas fisik dan istirahat terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh

4.5 Mempraktikkan  pola gerak dasar berirama  bertema budaya daerah yang sudah dikenal yang dilandasi konsep gerak mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik
Matematika
Kompetensi Dasar:

2.4 Menunjukkan perilaku disiplin dan teratur dalam membuat dan mengikuti suatu jadwal kegiatan yang berulang dan efektif menggunakan prinsip KPK dalam kalender

2.5 Menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab menjaga kerapian dan kebersihan kelas berdasarkan jadwal berulang yang tepat menggunakan prinsip KPK dalam kalender (misal jadwal piket, Pramuka dan lain-lain)

3.1 Menentukan faktor persekutuan dua buah bilangan dan faktor persekutuan terbesar (FPB)

4.1 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri , menyatakan kalimat matematika dan memecahkan masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan kuantitas, desimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain  serta memeriksa kebenarannya


PPKn
Kompetensi Dasar:

1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat sekitar

2.4 Menunjukkan perilaku bersatu sebagai wujud keyakinan bahwa tempat tinggal dan lingkungannya sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat

4.3 Bekerja sama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat

BAHASA INDONESIA
Kompetensi Dasar:

1.1    Meresapi makna anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa persatuan yang kokoh dan sarana belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan

2.1  Memiliki kepedulian terhadap gaya, gerak, energi panas, bunyi, cahaya, dan energi alternatif melalui pemanfaatan bahasa Indonesia

3.4    Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku

4.4  Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku

C.Indikator
IPA

• Mengidentifikasi hubungan dan pemanfaatan gaya otot dan gerak dalam aktivitas sehari-hari
• Menyajikan laporan dari percobaan tentang gaya otot


PJOK

• Menjelaskan gerak senam irama
·   Mempraktikkan gerak senam irama
PPKn

• Menjelaskan artu bersatu
·   Menyimulasikan nilai bersatu
Matematika

• Menjelaskan konsep faktor persekutuan terbesar
• Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan FPB
• Menemukan hasil dari soal cerita yang berhubungan dengan FPB
• Mengomunikasikan strategi penyelesaian masalah yang berhubungan dengan FPB

BAHASA INDONESIA
·   Menyajikan teks cerita petualangan tentang pengalamannya bekerjasama
·   Menceritakan petuangan tentang pengalaman bekerjasama

D. Tujuan Pembelajaran:
Dengan melihat demonstrasi dari guru, siswa mempraktikkan gerakan senam irama dengan benar
.Setelah melakukan percobaan, siswa mampu menuliskan beberapa contoh gaya yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah kegiatan bercerita, siswa mampu menceritakan pengalamannya bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
Setelah bereksplorasi, siswa dapat menemukan konsep faktor persekutuan terbesar dengan benar.

E. Materi Ajar:
a. Gaya Otot
b. Senam Irama
c. Nilai Bersatu
d. FPB

F. Alokasi Waktu
6 X 35 menit

G. Pendekatan/Strategi/Metode
Pendekatan  : Saintifik
Strategi          : Cooperative learning
Metode           : Diskusi, Tanya jawab, penugasan, ceramah

H. Kegiatan Pembelajaran
KEGIATAN
DEKSKRIPSI KEGIATAN
ALOKASI WAKTU

Kegiatan Pendahuluan
·   Guru memberikan salam dan mengajak berdoa (religius).
·   Mengecek kehadiran peserta didik
·    Guru menyiapkan fisik dan psikis anak dalam mengawali kegiatan pembelajaran lewat permainan “Tepuk” serta menyapa anak

·    Peserta didik diminta untuk menebak isi   kotak misterius ke dalam kelas yang  berisi  tambang


Peserta didik diberi pertanyaan penggiring:

v  Hari ini ibu membawa sebuah benda misterius, benda ini biasa digunakan dalam kegiatan  kamu 17 Agustus. Benda apakah ini? (para siswa akan menebak sampai anak bisa mengetahui bahwa itu adalah tambang)
v  Apa yang kalian rasakan pada tubuh saat bermain tarik tambang?
v  Masih ingatkah aturan permainannya?
v  Hari ini kita akan keluar untuk bermain tarik tambang!

Seluruh siswa dengan bimbingan guru keluar kelas untuk bermain tarik tambang

v  Guru akan meminta siswa membagi kelompok yang terdiri dari 2,4 dan lima kelompok ( mengintegrasikan matematika dalam permaian tarik tambang).
v  Sebelum perlombaan dimulai guru meminta anak berdiskusi untuk mencari strategi memenangkan lomba tarik tambang (posisi kaki,lengan (sudut),pola susunan)
v  Setelah berlomba, guru bertanya”apa yang kalian rasakan setelah lomba?”
v  Sikap apa yang harus kita miliki saat berlomba

Siswa dan guru kembali ke kelas dan guru
15 menit













50 menit


































120 menit




















































































































25 menit





















Kegiatan Inti

Jenis Pengelompokkan :
Kelompok dan Individu

1.  Setelah kembali ke kelas, guru akan membagi  tugas dalam kelompok. Peserta didik akan berdiskusi dan menjawab pertayaan tertulis yang diberikan guru.
Pertanyaan:
v  Saat kalian bermain tarik tambang sikap apa yang perlu diperlihatkan?
v  Saat menarik tambang, apa yang kamu rasakan disekitar lengan dan kakimu? Mengapa?
v  Gerakan apa yang kalian lakukan?
v  Apa yang terjadi pada tambang saat kita melakukan tarikan dan dorongan?
v  Apa yang dapat kamu simpulkan?

Kesimpulan yang diharapkan:

·         Bahwa kegiatan tarik tambang ada tarikan dan dorongan.
·         Tarikan dan dorongan itu kekuatan otot kaki dan lengan.
·         Tarikan dan dorongan disebut sebagai gaya
·         Tarikan dan dorongan yang berasal dari otot  disebut sebagai gaya otot)
v  Berikan contoh lain dari  gaya otot. Siswa akan berbagi hasil pekerjaan mereka.

2. Setelah menjawab pertanyaan, salah satu perwakilan siswa dalam tiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi kepada kelompok lain secara bergiliran.
 Diharapkan setiap anggota kelompok yang mendengarkan akan memberikan masukan atau komentar.
Setelah itu guru dan siswa   akan menyimpulkan bersama.

3. Peserta didik diberikan pertanyaan tambahan untuk menguatkan kembali tentang tema gaya:

“Apa lagi yang ingin kalian ketahui mengenai gaya?”


4. Peserta didik mengerjakan tugas yang ada di buku siswa.
Secara berpasangan, temukan gaya apa saja yang ada.
Siswa mengerjakan tugas di buku aktivitas
Setelah itu guru akan mendiskusikan hasilnya dengan siswa. (penilaian 4 di buku siswa)

5. Siswa membuat cerita berantai sesuai dengan ilustrasi gambar yang ada untuk menerapkan dari konsep gaya yang telah dipelajari. (penilaian 2 di buku siswa)

6. Peserta didik mengamati gambar di hal 82.
Secara bergantian, siswa diminta untuk menulis sebuah kalimat yang isinya tentang penerapan konsep gaya
Setiap siswa menulis satu kalimat dan siswa berikutnya harus membaca kalimat tersebut sebelum menulis kalimat lanjutannya. Siswa menceritakan hasil ceritanya antar kelompok.

7. Peserta didik bereksplorasi untuk menemukan konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dengan diberikan pertanyaan dan kegiatan penggiring:

-      Contoh gaya otot apa saja yang telah kalian temukan?
-      Masih ingat tidak kalian saat lomba tarik tambang tadi? Berapa jumlah seluruh pemain?
-      Berapa kelompok yang terbentuk?
-      Ada berapa orang dalam tiap kelompok?

8. Peserta didik memodelkan lewat counters yang dipersiapkan guru
 ( Contoh : kancing-kancing, biji-biji, dll )

9. Peserta didik diberikan pertanyaan- pertanyaan lain:
-      Buatlah pengelompokan  lain dari jumlah counter yang sama!
-      Berapakah jumlah anggota tiap kelompok yang kalian buat?
-      Bagaimana bentuk perkaliannya?
-      Apa yang dapat kalian simpulkan?

10. Peserta melakukan eksporasi tambahan dari kegiatan yang ada di buku siswa di  halaman 84 dan diskusikan secara berpasangan”

Guru akan berkeliling memeriksa pekerjaan siswa sekaligus menilai sikap (penilaian 5 di buku siswa)
Setelah itu guru dan siswa akan mendiskusikan  hasil kerja siswa

Kegiatan Penutup
Peserta didik menuliskan refleksi dari kegiatan:
 
Apa yang kalian pelajari dari kegiatan hari ini?

Kegiatan apa yang paling kalian sukai? Mengapa?

Kesulitan apa yang kalian temui?

Hal baik apa yang bisa kamu terapkan  dalam kegiatan sehari-hari? Serta jelaskan mengapa kamu perlu menerapkannya.

TUGAS:
Temukan jenis gaya yang  dapat kamu temui dalam kegiatan sehari-hari di rumah

I. Penilaian
1.    Lembar kerja Matematika dinilai dengan angka
2.       Penilaian sikap selama bekerja kelompok
3.       Daftar periksa PJOK
4.       Penilaian kinerja presentasi.
5.       Penilaian sikap

J. Sumber dan Alat Bantu Pembelajaran:

Tali tambang, pensil warna, counters (biji-bijian/kancing dll),buku siswa

Tangerang Selatan, ............ 2013,
Kepala SD .............                                                                   Guru Kelas 4,


..............................                                                                        .................


IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC


Di ambil dari buku Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013

A.      Pendahuluan  
Inovasi pendidikan di bidang kurikulum diharapkan secara periodik dapat dilakukan untuk kepentingan mengubah dan memperbaiki cara belajar dan membelajarkan materi kepada peserta didik. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, dengan mengedepankan peserta didik aktif.
Pembelajaran dimaksud diharapkan yang memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik  dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
Kualitas pendidikan sangatlah bergantung pada kesadaran, pengertian, komitmen, dan  partisipasi serta  dedikasi dari para pendidik dan tenaga kependidikan, terutama  guru sebagai ujung tombak yang secara langsung menghadapi peserta didik. Apabila guru dapat menciptakan proses pembelajaran  yang dapat mengubah hasil belajar peserta didik, dan dapat meningkatkan motivasi belajar, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik, dapat meningkatkan harga diri dengan menerapkan berbagai strategi dan model pembelajaran, maka visi dan misi guru sebagai pembelajar boleh dikatakan berhasil.
Proses pembelajaran merupakan fenomena yang kompleks. Guru lebih banyak berhubungan dengan pola pikir peserta didik di mana setiap peserta didik – siapa pun, dimana pun - memiliki setumpuk kata, pikiran, tindakan yang dapat mengubah lingkungan baik di keluarga, di sekolah maupun di masyarakat.
Mulai tahun ajaran baru 2013 pola pembelajaran segera disosialisasikan bagi guru kelas I sampai dengan kelas VI, menggunakan Pembelajaran Tematik Terpadu. Di lapangan begitu beragam nuansa tematik ini sejak digulirkan di kalangan guru, dan sekolah, sepertinya terjadi suatu “kerancuan, dan  perbedaan pemahaman. Guru banyak yang berpikir dan bertanya-tanya, apakah selama ini cara pembelajaran yang dirasakanya sudah menghasilkan lulusan peserta didik berprestasi, dan sudah mencetak  serta menghasilkan dokter, insinyur, birokrat dianggap kurang berhasil?. Sehingga ada ungkapan bahwa “saya sudah mengajar puluhan tahun, dan saya sudah mempunyai alumni yang berhasil menjadi pejabat, menjadi dokter, menjadi insinyur dan sebagainya dianggap tidak berhasil?. Pemikiran-pemikiran semacam ini akan menjadi penghambat bagi bergulirnya sebuah inovasi dalam bidang pendidikan.
Pembelajaran dengan menggunakan berbagai pendekatan, strategi dan metode diharapkan dapat memberi kemungkinan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik  dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
Pembelajaran yang diciptakan baik di kelas maupun di luar kelas  diharapkan dapat dikondisikan dalam suasana hubungan peserta didik  dan guru yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan). Terlebih bagi peserta didik sekolah dasar yang masih berada di Kelas 1, 2 dan 3, yang masih memerlukan bimbingan, dan perhatian, sebagaimana pelayanan para orang tua yang dengan kasih sayang membimbing mereka. Sedangkan di Kelas 4, 5, dan 6 mulai ditingkatkan pemahaman peserta didik untuk lebih memahami hidup dan kehidupan di lingkungan sekitar dengan menciptakan pola berpikir rasional. Mencari jawaban mengapa harus belajar membaca dan menulis? Mengapa harus belajar matematika, mengapa harus berinterakti dan saling berkomunikasi dengan teman dan sebagainya. Dengan pembelajaran tematik Terpadu diharapkan  dapat menjawab ke semuanya itu dengan catatan guru dan peserta didik memiliki komitmen dan selalu berpikir positif bahwa pola pembelajaran yang dilakukan adalah menuju ketercapaian kompetensi sebagaimana yang dituangkan di dalam standar kelulusan.
Pelaksanaan pembelajaran seyogyanya dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang. Jadi  guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan). Sebuah model pembelajaran diharapkan dapat dipergunakan sebagai wawasan untuk disesuaikan dengan kondisi peserta didik di masing-masing sekolah.
Peserta didik perlu dipersiapkan baik secara internal maupun eksternal, baik  ketika di dalam kelas maupun di luar kelas. Terlebih bagi peserta didik yang masih berada di sekolah dasar  tentu saja tidak dapat disamakan pelayannya dengan peserta didik yang ada di kelas menengah. Namun demikian baik peserta didik di kelas 1 sampai dengan kelas 6 di kondisikan menggunakan pendekatan tematik Terpadu dengan tema sebagai pemersatunya.
  
B.      Pengertian pembelajaran Tematik Terpadu
Pembelajaran Tematik Terpadu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik dalam memahami berbagai konsep yang mereka pelajari selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasainya.
Pelaksanaan pembelajaran Tematik Terpadu berawal dari tema yang telah dipilih/dikembangkan oleh guru yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pembelajaran tematik ini tampak lebih menekankan pada Tema sebagai pemersatu berbagai mata pelajaran yang lebih diutamakan pada makna belajar, dan  keterkaitan berbagai konsep mata pelajaran. Keterlibatan  peserta didik dalam belajar lebih diprioritaskan dan pembelajaran yang bertujuan mengaktifkan peserta didik,  memberikan pengalaman langsung serta tidak tampak adanya pemisahan antar mata pelajaran satu dengan lainnya.
C.      Fungsi dan Tujuan
Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar, karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
1.       mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu
2.       Mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama
3.       Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan
4.       Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik
5.       Lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti: bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain.
6.       Lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas
7.       Guru  dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan.
8.       Budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.

D.      Ciri-ciri Pembelajaran Tematik Terpadu
1.   Berpusat pada anak
1.       Memberikan pengalaman langsung pada anak
2.       Pemisahan antara mata pelajaran tidak begitu jelas (menyatu dalam satu pemahaman dalam kegiatan)
3.       Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam satu proses pembelajaran (saling terkait antara mata pelajaran yang satu dengan lainnya)
4.       Bersifat luwes (keterpaduan berbagai mata pelajaran)
5.       Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak (melalui penilaian proses dan hasil belajarnya)
E.       Kekuatan Tema dalam Proses Pembelajaran
Anak pada usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret, mulai menunjukkan perilaku yang mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak, mulai berpikir secara operasional,
mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda, membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubungan sebab akibat. Oleh karena itu pembelajaran yang tepat adalah dengan mengaitkan konsep materi pelajarn dalam satu kesatuan yang dipusat pada tema adalah yang paling sesuai. Dan kegiatan pembelajaran akan bermakna jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman, bersifat individual dan kontekstual, anak mengalami langsung yang dipelajarinya, hal ini akan diperoleh melalui pembelajaran tematik. Pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat  memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Dari penjelasan diatas maka pembelajaran tematik memiliki beberapa kekuatan dan keuntungan antara lain:
1.       Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak
2.       Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak
3.       Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna
4.       mengembangkan keterampilan berpikir anak sesuai dengan permasalah an yang dihadapi
5.       Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama
6.       Memiliki sikap toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain, dalam arti respek terhadap gagasan orang lain.
7.       Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalah an yang sering ditemui dalam lingkungan anak.
F.       Peran Tema dalam Proses Pembelajaran
Tema berperan sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran, dengan memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus. Adapun mata pelajaran yang dipadukan adalah mata pelajaran Agama (Akhlak Mulia/Budi Pekerti/ tata krama), PPKn dan Kepribadian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (terdiri atas: Bahasa Indonesia, IPS, IPA, Matematika,), Estetika (Seni Budaya-Keterampilan) dan Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan.
Di dalam struktur Kurikulum Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah disebutkan bahwa untuk peserta didik kelas 1, sampai dengan kelas 6  penyajian pembelajarannya menggunakan pendekatan tematik. Penyajian pembelajaran dengan alokasi waktu komulatif 30 JP per minggu.  
Pembuatan tema diharapkan memperhatikan kondisi peserta didik, lingkungan sekitar dan kompetensi guru dengan prosentase penyajian disesuaikan dengan aloasi waktu yang tersedia. Guru dalam penyajian diharapkan tidak terkonsentrasi pada salah satu mata pelajaran, melainkan harus tetap memperhatikan prosentase penyajianya. Namun demikian penjadwalan dalam hal ini tidak terbagi secara kaku melainkan diatur secara luwes.
Mata Pelajaran Agama yang disajikan secara terpadu adalah yang sifatnya budi pekerti luhur, akhlak mulia dan tata krama serta bagaimana bersopan santun dalam pergaulan di dalam keluarga dan masyarakat, keterkaitan dengan pendidikan karakter bangsa. Sedangkan untuk materi-materi yang sifatnya aqidah dan khusus keagamaannya sisajikan oleh guru agama sendiri.
Demikian juga untuk Pendidikan Jasmani dan kesehatan, yang sifatnya gerakan ringan yang dapat disajikan di dalam kelas, bisa dilakukan oleh guru kelas. Sedangkan yang sifatnya gerakan olah raga yang memerlukan fisik, gerakan bebas, tetap dilakukan oleh guru olah raga dan dilaksanakan di luar kelas/ lapangan olah raga.
Pembelajaran tematik diawali dengan pembuatan tema selama satu tahun, kemudian dengan tema-tema yang telah dibuat tersebut, guru menganalisis semua standar kompetensi lulusan yang diturunkan ke dalam kompetensi inti dan selanjutnya mengalir ke kompetensi dasar dan membuat indikator dari masing-masing mata pelajaran yang ada di setiap kelas. Setelah itu dibuat hubungan antara KD dan indikator dengan tema yang telah disiapkan selama satu tahun.  Berikutnya dari pemetaan hubungan tersebut dilanjutkan dengan membuat jaringan KD & indikator dari setiap tema yang telah dibuat. Setelah jadi semua jaringan selama satu tahun dilanjutkan dengan menyusun silabus tematik dan yang terakhir menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik.
G.     Model Pembelajaran Tematik Terpadu
Model  pembelajaran tematik  integratif melalui beberapa tahapan yaitu  pertama guru harus mengacu pada tema sebagai pemersatu berbagai mata pelajaran untuk satu tahun. Kedua guru melakukan analisis standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar dan membuat indikator dengan tetap memperhatikan muatan materi dari Standar Isi, ketiga membuat hubungan antara kompetensi dasar, indikator dengan tema, keempat membuat jaringan KD, indikator, kelima  menyusun silabus tematik dan keenam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran tematik dengan mengkondisikan pembelajaran yang menggunakan pendekatan scientific. Untuk lebih jelasnya akan dibahas di bawah ini.

1.    Kriteria Pemilihan Tema

Beberapa tema telah disiapkan menyertai dokumen Kurikulum 2013, namun demikian penulisan daftar tema dimaksud bukanlah urutan penyajajian Guru diharapkan dapat dengan cerdas dan tepat melakukan pemilihan tema mana yang akan dibelajarkan terlebih dahulu, seyogyanya penetapan tema sesuai dengan kondisi daerah, sekolah, peserta didik, dan guru di wilayahnya. Penentuan dan pemilihan  tema yang akan dikembangkan di sekolah dasar  dapat mempertimbangkan kriteria pembuatan tema sebagai berikut :
a.         Tema tidak terlalu luas namun dapat dengan mudah dipergunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran
b.         Tema bermakna, artinya bahwa tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi peserta didik untuk belajar selanjutnya
c.          Harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak
d.         Tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah
e.         Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar
f.          Mempertimbangkan dilanjutkan kan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar peserta didik
g.         Mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar

2.    Tahapan Berpikir Pembelajaran Tematik Adalah Struktur Kurikulum


Struktur Kurikulum 2013 merupakan acuan dalam merancang pembelajaran yang akan  menjdi landasan penetapan prosentase penyajian pembelajaran. Di Kelas I sampai dengan Kelas VI membelajarkan materi dengan tema sebagai pemersatunya, tidak parsial per mata pelajaran. penetapan alokasi waktu dimaksudkan agar guru dapat mempertimbangan batasan pembahasan, supaya tidak lagi fokus atau berlama-lama pada salah satu mata pelajaran saja. Meskipun telah dituangkan alokasi waktu di dalam struktur masing-masing mata pelajaran, namun tetap menjadi satu kesatuan per minggu komulatif  30 JP untuk Kelas I, berarti per hari 5 JP. Untuk Kelas II komulatif satu  minggu 32 JP maka per hari ada yang 5 JP, ada yang 6 JP. Kelas III komulatif satu  minggu 34 JP, maka per hari ada yang 5 JP, ada yang 6 JP. Sedangkan Kelas IV sampai dengan Kelas VI komulatif satu minggu 36 JP, jadi rata-rata per harinya 6 JP, bagi sekolah reguler.  Struktur Kurikulum sebagai di berikut: