Selasa, 12 April 2011

MANAJEMEN BERBASIS AKHLAQ

by: Saepuloh Nawawi
Laki-laki itu seorang menejer yang terkenal di lingkungan kerjanya. Hari ini dia memanggil bawahannya yang tidak jelas apa kesalahannya.
“KAMU duduk disitu !“, suaranya sangat kencang , padahal jaraknya kurang dari dua meter, dengan berbisik sebenarnya sudah terdengar
“iiiiya pak, katanya , bawahnnya agak bingung, tumber dipanggil
Sorot mata menejer tanpak menakutkan, dengan tangan kiri di pinggang dan tangan kanan terkepal, dengan menyisakan telunjuknya. Nafas tampak terengah-engah karena emosi yang tak terhankan.
“kamu tahu, kenapa kamu dipanggil, tahu nggak…!
“tidak tahu pak”
“ Tidak tahu lagi…, tahu tidak, kamu sudah seenaknya memarahi pelanggan kita, dengan seenaknya kamu tidak sopan dengan pelanggan kita, dengan seenaknya kamu ngomong kasar dan tak berperasaan dengan pelanggan kita. Ingat kita ini adalah intitusi berakhlak, berakhlaq, berakhlaq , jadi … utamakan akhlaq “ katanya sambil sesekali menggebrak meja.
Bawahnya jadi bingung, karena dia sudah meminta maaf pada pelanggan itu dua minggu yang lalu, tetapi kenapa baru dipanggil sekarang. Yang membingungkan lagi, katanya tidak boleh marah-marah, tidak boleh ngomong kasar, harus punya perasaan, kok atasannya malah bersikaf lebih buruk.
“Satu lagi…, kamu suka terlambat, emangnya ini perusahan nenek moyangmu” suaranya semakin ketus
Bawahannya semakin bingung, karena atasanya ini selalu lebih siang. Dia memang pernah terlambat, tapi karena istrinya mau melahirkan.
“kamu harusnya berterima kasih, saya kalo marah, besok sudah lupa”
Bahawahnhya semakin heran, perasaan setiap hari marah melulu. Mungkin atasanya lupa, tapi yang dimarahi lupa nggak ya..
Kadang kala kita banyak menemukan kejanggalan dalam instutusi yang berlebel akhlaq tapi tidak memiliki prilaku yang berakhlaq. Dalam beberapa kasus kehidupan, berakhlaq hanya dibatasi pada orang tertentu. Misalnya anak harus berakhlaq, orang tua tidak perlu. Anak buah harus berakhlaq, atasan tak perlu. Akibatnya akhlaq hanya sebuah symbol, bukan kebutuhan yang tertanam dalam jiwa seseorang.
Berakhlaq harusnya dalam dalam setiap lini profesi. Tidak perduli bos atau anak buah. Justru yang paling penting adalah contoh. Bagaimana setiap orang tua, atasan, bos, manajer, direktur, atau apapun, harus lebih berakhlaq dari bawahannya. Mengapa, karena dengan berakhlaq akan lebih memudahkan seseorang mengarahkan orang lain berakhlaq.
Pada kisah di atas, hanya sebuah contoh bagaimana seorang atas yang menyuruh bawahannya berakhlaq dengan cara yang tidak berakhlaq.
Berakhlaq memang berat bagi yang tidak mau dan sombong. Berakhklaq akan berat ketika kita merasa lebih baik dari orang lain. Berakhlaq akan sulit ketika kita hanya memanfaatkan kedudukan demi kepentingan sendiri. Berakhlaq juga susah ketika kita hanya memanfaatkan kebodohan orang lain.
Ya Allah, aku berlindung dari segala keburukan.

Rabu, 27 Oktober 2010

ORANG TUA GURU LES TERBAIK

By : Aep Saepuloh Nawawi

Benarkah orang tua bisa menjadi guru terbaik baik anak ? jawabannya bisa. Banyak alasan yang pasti, orang tua adalah guru les terbaik bagi anaknnya. Mengapa ?
Karena orang tua lebih tahu anakknya dibanding orang lain. Dengan menyisihkan waktu satu jam, anak bapak ibu akan lebih bangga dengan orang tuanya.
Lalu bagaimana cara melaksanakannya ? Ikuti dech langkah-langkah ini. Klo menurut teman-teman nggak oke, silahkan cari solusi terbaik. Begini nih :
1. Pastikan orang tua memiliki waktu sekitar 1 jam besama anak.
Jaman sekarang sebenarnya waktu bersama anak itu ada. Kadang kondisi badan kurang mendukung. Sebenarnya tergantung keinginan dan motivasi orang tua, kalu bias dan mau pasti bisa.

2. Cari waktu yang paling tepat, misalnya pukul 19.00 atau pukul 20.00.
Pulang kerja enaknya memang istirahat dengan segelas teh hangat dan sepiring cemilan penambah kegemukan. Tentukan waktu yang kita enjoy dengan anak.

3. Sebelum belajar pastikan orang tua sudah membaca dan memahami materi yang akan disampaikan. Mempelajari materi anak tidak harus dari buku, pelajari saja materi utamanya bisa melalui interinet atau BSE yang diunduh dari berbagai sumber. Atau bisa juga mengcopy buku paket anak. Pokoknya bisa

4. Materi yang diajarkan hanya materi yang kira-kira akan disampaikanguru disekolah.

Jangan materi yang tidak nyambung apalagi materi yang tidak berhubungan.

5. Saat menyampaikan gunakan papan tulis, bukan menjelaskan hanya dengan lisan dan Tanya jawab, buang-buang waktu saja.
Klo tidak ada dapat dibeli ditoko buku terdekat, ha hahahaha

6. Bila perlu gunakan sepidol warna-warni, agar materi menarik dan mudah dimengerti.
Kloa ini juga nggak ada, pake hitam di maafkan.
7. Sebelum ditutup, berikan evaluasi sederhana yang tidak memberatkan.
Klo mau lebih rapi buat soal dari buku yang ada

8. Tempat tidak harus formal, bias diruang belajar, ruang makan atau teras depat.
Yang penting hepiiiiiiiiiiiiiiiii

Selasa, 16 Maret 2010

MENSYUKURI KETIDAKTAMPANAN

Oleh : Saepuloh Nawawi

Ketidak tampanan bisa berarti biasa-biasa saja atau jelek. Penilaian yang sangat fisikly sekali, tapi ini realitas. Dalam kehidupan orang selalu melihat fisik sebagai tolak ukur. Percaya atau tidak kesempurnaan wajah (penampilan) akan memberikan gambaran awal performance kita. Bagaimana wajah kita saat ini? Seorang teman mengatakan bahwa kecantikan dan ketampanan itu fleksibel, tetapi jelek itu mutlak. Kasian deh.
Ada yang harus kita syukuri ketika kita tidak merasa sebagai manusia yang tidak tampan atau cantik. Mengapa, mari kita renungkan ungkapan kalimat dibawah ini (kaya apaan aja).
1. Cobalah anda bercermin, tersenyumlah. Ternyata Allah menciptakan kesempurnaan dalam penciptaan kita. Mata yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar, ada bibir, mulut, alis, semuanya. Ciptaan yang Maha Dahsyat. Coba bandingkan dengan makhluk lain yang diciptakan oleh Allah. Beda kan. Bersyukurlah dengan apa yang kita dapatkan.
2. Ada kisah, seorang laki-laki sangat tersiksa karena ketampanannya. Sebelum menikah selalu menjadi rebutan wanita. Godaan yang terberat yang dia hadapi yaitu ketika dirinya seperti magnet yang dapat meluluhlantahkan hati wanita. Banyak wanita yang dia kecewakan. Nyaris terjebak pada lembah dosa dan saat itu menjadi kebanggaan. Seiring waktu Dia merasa selalu diburu, akhirnya tidak bebas dan tidak bisa memilih yang terbaik. Beruntung keimanan masih bersemayam dalam hati yang terdalam, Dia menyesal, kadang kecewa dengan ketampananya. Sampai akhirnya dia memutuskan memilih wanita terbaik dan tidak ingin mengecewakan siapapun. Karena mengecewakan harapan beranti menyakiti hati wanita.
3. Wajah biasa justru harus disyukuri, dengan wajah biasa saja, akan terhidar dari perbuatan yang mengecewakan wanita. Mengapa, karena wajahnya bisa saja. Wanita tentu kurang tertarik dengan hal yang bisa-biasa saja, apalagi bila berwajah jelek atau buruk. Hebatkan, terhindar dari perbuatan dosa dan kita bisa memunculkan kelebihan lain yang tidak melulu terjebak pada wajah atau ketampanan.
4. Sesungguhnya kemulyaan kita tidak ditentukan oleh penampilan. Penampilan memang penting sebagai pelengkap kebaikan. Wajah bisa-biasa yang di topang kemulyaan dan ketulusan saat menyapa, tersenyum, bersahabat akan memunculkan aura ketampanan manusia, Percaya deh. Apa artinya ketampanan dan hanya digunakan untuk menyakiti orang lain, mengecewakan orang lain atau menipu orang lain.

Bagaimana dengan kita, yakinkan saja pada diri sendiri. Bahwa kita makhluk terbaik yang diciptakan Allah. Apapun yang Allah berikan kepada kita harus disyukuri.
Mengapa kita tidak mencoba berterimakasih kepada Allah dengan hal-hal yang kecil. Katakan saja,
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan aku wajah yang pantas”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan pasangan yang baik”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan aku pekerjaan yang bisa mencukupi hidupku”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan aku kemampuan untuk membahagiakan orang lain”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan otak yang bisa berpikir”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan motor baru”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan aku kemampuan mengendalikan emosi”

Banyak lagi ucapan terima kasih yang bisa kita ucapkan. Sekecil apapun itu. Mulailah dari sekarang, siapa takut.

Kamis, 11 Februari 2010

BIARKAN DIRIMU TERSENYUM

Oleh : Aep An-Nawawi AL-Bugury

Ada seorang wanita yang, kikir dengan seyuman. Sulit sekali tersenyum kecuali dalam keadaan yang sangat menginginkan. Suatu saat perempuan itu curhat pada sahabat dekatnya dan berkeluh kesah.

”kenapa ya orang-orang sepertinya tidak pernah mau dekat aku?”

Sabahatnya tersenyum dan hanya mengatakan, ”Bisa nggak kamu terseyum seperti aku”.

Wanita ini terkejut, kenapa aku harus tersenyum. Entah apa yang ada dalam pikirannya, Pokoknya dia terkejut, titik !

Terseyum itu sebenarnya gampang, cobalah bercermin, tersenyumlah. Senyuman akan memberikan kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain. Tutuplah keluh kesahmu dengan seyummu, bebanmu akan berkurang. Senyum akan menghapuskan kebencian yang ada dalam dirimu sendiri. Senyuman akan menambah persahabatan.

Memang tidak semua orang bisa tersenyum bebas. Saya sering bertemu dengan beberapa orang yang termasuk malas tersenyum. Kenapa ya, Padahal dengan sedikit saja tersenyum, aura kebaikan akan datang dan terpancar dalam dirinya.

Banyak cara yang bisa kita lakukan agar bisa tersenyum secara replek bila bertemu dengan siapapun :

1. Bercerminlah, Lihatlah senyummu. Aku sendiri begitu bahagia melihat senyumku.
2. Tanamkan dalam dirimu, senyummu akan membahagiakan orang lain. Wajah yang cantik akan terlihat jelek tanpa senyuman. Wajah yang biasa-biasa saja akan terlihat cantik dengan senyuman.
3. Tersenyumlah dengan serilex mungkin, jangan terpaksa. Orang lain akan mengetahui, mana senyum yang tulus, mana yang dibuat-buat.
4. Mulaikah dengan orang yang kita kenal, ikuti senyuman dengan kata yang membahagiakan. ”apa kabar bu, ? ” kemana saja, kok baru kelihatan, ?
5. Tersenyumlah dengan orang yang ada disamping kita, sekalipun kita tidak mengenalnya. Bisa jadi dia mengenal kita, hanya kita tidak tahu.
6. Saat tersenyum, hilangkan segala kebencian, iri hati, kesal, bahkan hutang yang bertumpuk. Santai men …
7. LARANGAN, jangan tersenyum sendiri dijalanan, disaat tidak ada siapapun. Kuatir dianggap tidak waras. Walaupun saat itu sedang belajar tersenyum.

Mau tersenyum, mulai dari sekarang…