Rabu, 27 Oktober 2010

ORANG TUA GURU LES TERBAIK

By : Aep Saepuloh Nawawi

Benarkah orang tua bisa menjadi guru terbaik baik anak ? jawabannya bisa. Banyak alasan yang pasti, orang tua adalah guru les terbaik bagi anaknnya. Mengapa ?
Karena orang tua lebih tahu anakknya dibanding orang lain. Dengan menyisihkan waktu satu jam, anak bapak ibu akan lebih bangga dengan orang tuanya.
Lalu bagaimana cara melaksanakannya ? Ikuti dech langkah-langkah ini. Klo menurut teman-teman nggak oke, silahkan cari solusi terbaik. Begini nih :
1. Pastikan orang tua memiliki waktu sekitar 1 jam besama anak.
Jaman sekarang sebenarnya waktu bersama anak itu ada. Kadang kondisi badan kurang mendukung. Sebenarnya tergantung keinginan dan motivasi orang tua, kalu bias dan mau pasti bisa.

2. Cari waktu yang paling tepat, misalnya pukul 19.00 atau pukul 20.00.
Pulang kerja enaknya memang istirahat dengan segelas teh hangat dan sepiring cemilan penambah kegemukan. Tentukan waktu yang kita enjoy dengan anak.

3. Sebelum belajar pastikan orang tua sudah membaca dan memahami materi yang akan disampaikan. Mempelajari materi anak tidak harus dari buku, pelajari saja materi utamanya bisa melalui interinet atau BSE yang diunduh dari berbagai sumber. Atau bisa juga mengcopy buku paket anak. Pokoknya bisa

4. Materi yang diajarkan hanya materi yang kira-kira akan disampaikanguru disekolah.

Jangan materi yang tidak nyambung apalagi materi yang tidak berhubungan.

5. Saat menyampaikan gunakan papan tulis, bukan menjelaskan hanya dengan lisan dan Tanya jawab, buang-buang waktu saja.
Klo tidak ada dapat dibeli ditoko buku terdekat, ha hahahaha

6. Bila perlu gunakan sepidol warna-warni, agar materi menarik dan mudah dimengerti.
Kloa ini juga nggak ada, pake hitam di maafkan.
7. Sebelum ditutup, berikan evaluasi sederhana yang tidak memberatkan.
Klo mau lebih rapi buat soal dari buku yang ada

8. Tempat tidak harus formal, bias diruang belajar, ruang makan atau teras depat.
Yang penting hepiiiiiiiiiiiiiiiii

Selasa, 16 Maret 2010

MENSYUKURI KETIDAKTAMPANAN

Oleh : Saepuloh Nawawi

Ketidak tampanan bisa berarti biasa-biasa saja atau jelek. Penilaian yang sangat fisikly sekali, tapi ini realitas. Dalam kehidupan orang selalu melihat fisik sebagai tolak ukur. Percaya atau tidak kesempurnaan wajah (penampilan) akan memberikan gambaran awal performance kita. Bagaimana wajah kita saat ini? Seorang teman mengatakan bahwa kecantikan dan ketampanan itu fleksibel, tetapi jelek itu mutlak. Kasian deh.
Ada yang harus kita syukuri ketika kita tidak merasa sebagai manusia yang tidak tampan atau cantik. Mengapa, mari kita renungkan ungkapan kalimat dibawah ini (kaya apaan aja).
1. Cobalah anda bercermin, tersenyumlah. Ternyata Allah menciptakan kesempurnaan dalam penciptaan kita. Mata yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar, ada bibir, mulut, alis, semuanya. Ciptaan yang Maha Dahsyat. Coba bandingkan dengan makhluk lain yang diciptakan oleh Allah. Beda kan. Bersyukurlah dengan apa yang kita dapatkan.
2. Ada kisah, seorang laki-laki sangat tersiksa karena ketampanannya. Sebelum menikah selalu menjadi rebutan wanita. Godaan yang terberat yang dia hadapi yaitu ketika dirinya seperti magnet yang dapat meluluhlantahkan hati wanita. Banyak wanita yang dia kecewakan. Nyaris terjebak pada lembah dosa dan saat itu menjadi kebanggaan. Seiring waktu Dia merasa selalu diburu, akhirnya tidak bebas dan tidak bisa memilih yang terbaik. Beruntung keimanan masih bersemayam dalam hati yang terdalam, Dia menyesal, kadang kecewa dengan ketampananya. Sampai akhirnya dia memutuskan memilih wanita terbaik dan tidak ingin mengecewakan siapapun. Karena mengecewakan harapan beranti menyakiti hati wanita.
3. Wajah biasa justru harus disyukuri, dengan wajah biasa saja, akan terhidar dari perbuatan yang mengecewakan wanita. Mengapa, karena wajahnya bisa saja. Wanita tentu kurang tertarik dengan hal yang bisa-biasa saja, apalagi bila berwajah jelek atau buruk. Hebatkan, terhindar dari perbuatan dosa dan kita bisa memunculkan kelebihan lain yang tidak melulu terjebak pada wajah atau ketampanan.
4. Sesungguhnya kemulyaan kita tidak ditentukan oleh penampilan. Penampilan memang penting sebagai pelengkap kebaikan. Wajah bisa-biasa yang di topang kemulyaan dan ketulusan saat menyapa, tersenyum, bersahabat akan memunculkan aura ketampanan manusia, Percaya deh. Apa artinya ketampanan dan hanya digunakan untuk menyakiti orang lain, mengecewakan orang lain atau menipu orang lain.

Bagaimana dengan kita, yakinkan saja pada diri sendiri. Bahwa kita makhluk terbaik yang diciptakan Allah. Apapun yang Allah berikan kepada kita harus disyukuri.
Mengapa kita tidak mencoba berterimakasih kepada Allah dengan hal-hal yang kecil. Katakan saja,
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan aku wajah yang pantas”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan pasangan yang baik”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan aku pekerjaan yang bisa mencukupi hidupku”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan aku kemampuan untuk membahagiakan orang lain”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan otak yang bisa berpikir”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan motor baru”
”Ya Allah terima kasih, Kau berikan aku kemampuan mengendalikan emosi”

Banyak lagi ucapan terima kasih yang bisa kita ucapkan. Sekecil apapun itu. Mulailah dari sekarang, siapa takut.

Kamis, 11 Februari 2010

BIARKAN DIRIMU TERSENYUM

Oleh : Aep An-Nawawi AL-Bugury

Ada seorang wanita yang, kikir dengan seyuman. Sulit sekali tersenyum kecuali dalam keadaan yang sangat menginginkan. Suatu saat perempuan itu curhat pada sahabat dekatnya dan berkeluh kesah.

”kenapa ya orang-orang sepertinya tidak pernah mau dekat aku?”

Sabahatnya tersenyum dan hanya mengatakan, ”Bisa nggak kamu terseyum seperti aku”.

Wanita ini terkejut, kenapa aku harus tersenyum. Entah apa yang ada dalam pikirannya, Pokoknya dia terkejut, titik !

Terseyum itu sebenarnya gampang, cobalah bercermin, tersenyumlah. Senyuman akan memberikan kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain. Tutuplah keluh kesahmu dengan seyummu, bebanmu akan berkurang. Senyum akan menghapuskan kebencian yang ada dalam dirimu sendiri. Senyuman akan menambah persahabatan.

Memang tidak semua orang bisa tersenyum bebas. Saya sering bertemu dengan beberapa orang yang termasuk malas tersenyum. Kenapa ya, Padahal dengan sedikit saja tersenyum, aura kebaikan akan datang dan terpancar dalam dirinya.

Banyak cara yang bisa kita lakukan agar bisa tersenyum secara replek bila bertemu dengan siapapun :

1. Bercerminlah, Lihatlah senyummu. Aku sendiri begitu bahagia melihat senyumku.
2. Tanamkan dalam dirimu, senyummu akan membahagiakan orang lain. Wajah yang cantik akan terlihat jelek tanpa senyuman. Wajah yang biasa-biasa saja akan terlihat cantik dengan senyuman.
3. Tersenyumlah dengan serilex mungkin, jangan terpaksa. Orang lain akan mengetahui, mana senyum yang tulus, mana yang dibuat-buat.
4. Mulaikah dengan orang yang kita kenal, ikuti senyuman dengan kata yang membahagiakan. ”apa kabar bu, ? ” kemana saja, kok baru kelihatan, ?
5. Tersenyumlah dengan orang yang ada disamping kita, sekalipun kita tidak mengenalnya. Bisa jadi dia mengenal kita, hanya kita tidak tahu.
6. Saat tersenyum, hilangkan segala kebencian, iri hati, kesal, bahkan hutang yang bertumpuk. Santai men …
7. LARANGAN, jangan tersenyum sendiri dijalanan, disaat tidak ada siapapun. Kuatir dianggap tidak waras. Walaupun saat itu sedang belajar tersenyum.

Mau tersenyum, mulai dari sekarang…

Rabu, 23 Desember 2009

TIDAK ADA ANAK YANG BODOH

BY : Aep Nukasep

Apa komentar yang paling banyak setelah pembagian raport anak. Komentar terbanyak biasanya terjadi disaat nilai tiak memuaskan.

” Pah ... anak kita bodoh banget ya ”
” Mah ... anak kita kok nggak pinter-pinter ”
” Kenapa punya anak kok telmi banget”

Rasanya sedih bila ada orang tua yang menilai anak terlalu dini dengan penilaian negatif yang berlebihan. Tidak pernah ada anak yang dilahirkan dalam keadaan bodoh. Dan sebenarnya tidak ada anak yang bodoh.
Anak adalah anugrah. Sebelum kita memberikan penilaian negatif tentang anak kita. Bayangkan... banyak ibu-ibu di penjuru dunia sedang berdo’a siang dan malam agar memiliki anak. Tidak semua orang mendapat kepercayaan untuk mendapatkan anak. Ada yang cepat mendapatkan anak. Ada yang lama sekali. Yakinlah Allah tahu yang terbaik.
Selama ini kecerdasan anak selalu dilihat dari sisi kognitif (kemampuan anak menyelesaikan soal-soal yang ada disekolah yang behubungan dengan akademik). Ada yang kita lupa, banyak kecerdasan anak yang kadang tidak kita sadari. Lihatlah sisi terbaik yang anak punya, misalkan kemampuan berkomunikasi, kemampuan membaca, kemampuan bermain dengan teman sebaya, bisa makan sendiri, dapat tersenyum, baik terhadap orang lain. Semuanya juga termasuk kecerdasan. Kesempitan orang tua yang melihat anak pada sisi kognitif memiliki kecenderungan memposisikan anak sebagai makhluk yang bodoh, ketika anak tidak sanggup menyelesaikan soal-soal akademik.
Kecerdasan merupakan proses yang dapat berubah. Lima tahun yang lalu ketika saya mengajar di kelas 2, ada anak yang sangat pandai. Kepandaiannya bisa mengalahkan teman-temannya. Beberapa tahun kemudian, anak tersebut justru memiliki prestasi akademik yang terpuruk, sebenarnya pintar, tapi temannya jauh lebih baik, bila diukur dengan standar rangking, dia masuk menjadi lima besar dari bawah. Apakah itu wajar? Wajar saja, karena anak belajar tergantung pada lingkungan dan kadar kemampuan yang berbeda. Ada beberapa anak memiliki kesadaran dan kemampuan belajar meningkat disaat kelas 4. Beberapa anak di kelas 6 dan ada juga dikelas 3. Semua anak tidak sama.
Lihatlah nilai dikelas 1, hampir semua bagus, mengapa, karena materi kelas satu relatif mudah bagi anak. Karena materi kelas 1 hanyalah pengembangan dari materi di TK B. Kelas 2 akan berbeda, begitu juga kelas 3.
Untungnya anak jarang yang protes. Sejak awal seharusnya mereka bisa protes kepada orang tuanya.

”kalau tau aku begini, untuk apa dilahirkan”
”siapa suruh aku lahir..”
” Papa dan mama tidak ikhlasnya punya anak aku ya...”
”Aku juga pengen pinter, tapi nanti aja ....”
” Aku capek, setiap hari les dan belajar,kapan aku main.. ?”

Anggapan negatif dari orang tua akan memancarkan aura negatif kepada anak. Timbal baliknya, anak akan melakukan hal yang sama. Jangan pernah menganggap anak bodoh. Bisa jadi kita belum tahu apa kelebihan yang luar biasa yang dimiliki permata-permata kita.
Belajar itu harus. Mengajarkan pelajaran kepada anak juga harus. Tapi jangan terlalu dipaksakan. Beberapa anak menjadi mogok belajar, bukan karena mereka tidak bisa, tetapi mereka sengaja memperlihatkan ketidakmampuan agar ada perhatian dari orang tua. Kesalahan terbesar orang tua, tidak memberikan pujian disaat ada kemajuan, tetapi menegur dan memarahi ketika tidak ada kemajuan.